Ketika kekuasaan mengambil alih tahta
Dan keserakahan menimbulkan murka
Keterbelakangan yang menuai asa
Serta kebaikan yang tak ada imbasnya
Menorehkan seribu cerita
Hentakan suara dan gertakan nada menjadi isyarat penatua
Keluh kesah kisah nyata
Hanya dianggap bualan semata
Ketika kejujuran menjadi berdosa dan kebohongan menjadi suka
Munafiknya manusia...
Sabtu, 01 November 2014
Sabtu, 15 Desember 2012
"Blood & Thunder" Lyrics
I think that someone is trying to kill me
Infecting my blood and destroying my mind
No man of the flesh could ever stop me
The fight for this fish is a fight to the death
White whale - holy grail
What remorseless emperor commands me
I no longer govern my soul
I am completely immersed in darkness
As I turn my body away from the sun
White whale - holy grail
Split your lungs with blood and thunder
When you see the white whale
Break your backs and crack your oars men
If you wish to prevail
This ivory leg is what propels me
Harpoons thrust in the sky
Aim directly for his crooked brow
And look him straight in the eye
White whale - holy grail
Infecting my blood and destroying my mind
No man of the flesh could ever stop me
The fight for this fish is a fight to the death
White whale - holy grail
What remorseless emperor commands me
I no longer govern my soul
I am completely immersed in darkness
As I turn my body away from the sun
White whale - holy grail
Split your lungs with blood and thunder
When you see the white whale
Break your backs and crack your oars men
If you wish to prevail
This ivory leg is what propels me
Harpoons thrust in the sky
Aim directly for his crooked brow
And look him straight in the eye
White whale - holy grail
Kamis, 13 Desember 2012
The Troops of The Universe
The Troops of The Universe
Written by: Agung "Nonot" Pranawa
Translated by Mr. Anis
When the daylight turns into the night
turn into crimson red, the west skies
Outer space bodies evolves, rotates
Are questions still left to human race?
Are we hard-headed enough to see?
To catch the blessed light frequency
All co-exists in harmony unpressured
under the Lord’s energy that is dispersed
Never play God but be The Troops of The Universe
Whomever you name HIM, he will not disgrace
Do not play God, and join The Troops of The Universe
Under the divine light, we will save human race
Despite our different being
We are not less important creature
Let’s make it now the beginning
Why don’t we strive for better future
Look at the innocent morning dews
Or the outer space bodies high above
Both will reveal what you never knew
A hidden knowledge from the skies above
When the divine light goes into you
Surrounding you with tantalizing peace
Vanished, as if there’s no longer you
Reunite you into the LORD’s embrace
Berakhir Suram Lyrics
BERAKHIR SURAM
Written by: Agung "Nonot" Pranawa
Terhempas imaji ke masa silam
Terpikat pada ilusi dunia
Pasung jiwa dalam mewah
fatamorgana surga dunia
Tanpa sadar waktuku terbuang
Ada saat terakhir untuk semua hal
Sadar matiku sudah mendekat
Tanpa cahaya diujung usia
Resah jiwa ini saat berakhir suram
Raga tanpa daya di penghabisan
Resah jiwa saat berakhir suram
Penuh rasa sesal di pintu ajal
Mengejar ilusi tentang hal pasti
Ilusi pasti ternyata tak pasti
Apa ada yang pasti selain mati?
Sungguh mati itu yang pasti terjadi
Hanya berputar di alam maya
Kejar bayang semu fatamorgana
Tak pernah jadi pelayan semesta
Hanya memuaskan dahaga dunia
Resah jiwa ini saat berakhir suram
Raga tanpa daya di penghabisan
Resah jiwa saat berakhir suram
Penuh rasa sesal di pintu ajal
Alpha Omega Lyrics
Alpha Omega
Semesta tak pernah ada sebelumnya
Dicipta dan dihancurkan akhirnya
Ribuan drama kehidupan tergelar
Ribuan drama kehidupan dimusnahkan
Alpha Omega
Alpha Omega
Pencipta awal pemusnah terakhir
Yang mencipta dan yang memusnahkan
Tanpa kawan
Tanpa lawan
Bila tiba waktunya, derita pasti musnah
Mulai bahagia akhiri drama duka
Bersiap bila bahagia kan berakhir
Hidup sejatinya berawal dan berakhir
Semesta tak pernah ada sebelumnya
Dicipta dan dihancurkan akhirnya
Ribuan drama kehidupan tergelar
Ribuan drama kehidupan dimusnahkan
Alpha Omega
Alpha Omega
Pencipta awal pemusnah terakhir
Yang mencipta dan yang memusnahkan
Tanpa kawan
Tanpa lawan
Bila tiba waktunya, derita pasti musnah
Mulai bahagia akhiri drama duka
Bersiap bila bahagia kan berakhir
Hidup sejatinya berawal dan berakhir
The Troops of The Universe
Sebuah lyric lagu BANDOSO yang berisi metafora dari mahluk ciptaan Sang Penguasa alam semesta... Malaikat.
Mendeskripsikan
malaikat sebagai The Troops of The Universe tentunya karena sifatnya yg
sangat tunduk dan patuh akan perintah Sang Pemegang Kekuasaan Tertinggi
dan Tunggal yg termaktub dalam Garis-Garis Besar Haluan Negara 'Arsy.
Terbuat
dari Nur, Cahaya. Sebuah entitas yang sangat-sangat lembut, tanpa
massa, dan memiliki frekuensi yg sangat stabil. Sangat memungkinkan
dirinya itu untuk menjadi penghantar gelombang elektromagnetik yang
sangat valid dan sempurna dari Sang Penguasa Tunggal yang berupa
kode-kode berupa perintah atau berupa pesan, tanpa ada kode yg berkurang
sedikitpun. Dan karena Cahaya itu tanpa massa dan super halus, maka
sanggup menghantarkan kode dari Sang Maha Kuasa sampai menembus
sudut-sudut terjauh alam semesta bahkan sampai setitik debu yang paling
kecil.
Dan
inilah kenapa alam semesta selalu harmoni, dari pergerakan planet tata
surya, sampai hal terkecil seperti jatuhnya setitik embun pagi ke tanah
yang menempel dari daun di pohon depan rumah. Semua dalam harmonisasi
penjagaan The Troops of The Universe.
Lalu apakah cuma Malaikat yg bisa disebut sbg The Troops of The Universe?
Sebutan The Troops of The Universe berlaku
juga kepada Manusia bumi. Manusia yang secara fisik sudah pasti berbeda
dgn Malaikat. Namun dalam dada manusia ada hati yg berfungsi sebagai
radar dalam menangkap frekuensi pancaran gelombang elekromagnetic dari
Sang Penguasa. Manusia yang sering lelaku atau melakukan tirakat dalam
kesehariannya akan mampu menyamakan frekuensi di hati dgn frekuensi
cahaya, sehingga radarnya memiliki kemampuan menangkap kode-kode yg
memuat pesan dari Sang Penguasa Tunggal dan memanifestasikan dalam
kehidupan sehari-hari, sehingga setiap hari itu tidak ada 'aku' lagi tapi 'dia'. Itulah Manusia Cahaya, manusia yang hidupnya seperti malaikat, dalam frekuensi Cahaya.
Lirik Paradoks
PARADOKS
Mengangkat pedang atas nama tuhan
Serukan iman dengan cara setan
Berjubah agama demi pembenaran
Demi pembenaran bukan kebenaran
Speech:
- Ketika perbedaan dianggap permusuhan
- Ketika yang tidak sama dianggap lawan
- Ketika kebencian merasuki pikiran
- Maka kebenaran hanyalah slogan
- Dan ketika yang harus diluruskan adalah yang disana
- Bukan yang disini dan diri sendiri
- Maka tunggulah.. Maka tunggulah..
- Laknat bagimu
Bukan lagi kebenaran yang dibela
Melainkan kekuatan yang dipuja
Bukan cinta kasih yang dicari
Tapi anarki yang dilegitimasi
Langganan:
Postingan (Atom)